Pecinta Islam

Inilah media untuk mengenal islam lebih dalam berlandaskan Ahlus Sunnah Wal jama'ah

Latest Post

Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin 12 September 2017

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi





-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير 






Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita yang hadir pada malam hari ini khususnya guru kita tercinta Habibana Al-Mahbub Al-Habib Ja’far bin Bagir Al-Atthos mudah-mudahan beliau panjang umur , sehat Wal Afiyah, juga kepada guru kita tercinta Habib Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan panjang umur sehat Wal Afiyah, juga kepada guru kita Al-Habib Ahmad Al-Idrus , Ust Abdussalam,



demikian khususnya tamu kita yang datang dari kota Yaman Selatan yang nantinya Insya Allah akan memberikan kita Tausyiah. Kita doakan mudah-mudahan tamu kita panjang umur sehat Wal Afiyah .

Hadirin wal hadirat jamaah Majelis Rasulullah Saw demikian para pendengar live streaming Majelis Rasulullah Saw dimanapun berada kita akan kembali melanjutkan Hadist kita yang telah sampai pada Hadist yang ke 55 kita baca bersama





 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

عن حارثة بن وهب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله و سلم (أَلاَأُخْبِرُكُمْبِأَهْلِالْجَنَّةِ؟كُلُّضَعِيْفٍمُتَضَعَّفٍ, لَوْأَقْسَمَعَلَىاللهِلَأَبَرَّهُ. ثُمَّقالَ: أَلاَأخبركمبأهلالنَّارِ؟كُلُّعُتُلٍّجَوَّاظٍمُسْتَكْبِرٍ(متفق عليه 




Dari Haritsah bin Wahab RA, Rasulullah SAW bersabda “Maukah kalian aku kabarkan mengenai penghuni surga? Setiap orang yang lemah lagi tertindas, yang seandainya dia bersumpah atas nama Allah atas sesuatu niscaya Allah akan memenuhinya. Maukah kalian aku kabarkan mengenai penghuni neraka? Setiap orang yang kasar, keras permusuhannya, yang mengumpulkan harta tapi tidak mau membaginya, sombong dalam berjalan, dan takabbur” (Muttafaqun ‘Aleih) 


Sampai lah kita pada malam hari ini Hadist yang ke 55. Yang telah di rangkum dalam kitab Qutuful Falihin oleh guru tercinta kita Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz kita doakan bersama mudah-mudahan beliau senantiasa panjang umur nya, Allah sehatkan badannya, Allah kabulkan hajat-hajatnya dan kita semua menjadi orang-orang yang di cintainya dunia akhirat.


[ads-post]


Hadist yang ke 55 di bawa oleh seorang sahabat yang bernama Haritsah bin Wahab. Biografi tentang beliau untuk malam ini kita tidak buka untuk mempersingkat waktu kita. Beliau seorang sahabat Rasulillah semoga Allah meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya



 قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله و سلم 



(Dari Haritsah bin Wahab RA, Rasulullah SAW bersabda) أَلاَ (ketahuilah) أَلاَ itu kalimat tanbih. أُخْبِرُكُمْ (Maukah kalian aku kabarkan) بِأَهْلِالْجَنَّةِ (mengenai penghuni surga) ُلُّضَعِيْفٍ (Setiap orang yang lemah) مُتَضَعَّفٍ (lagi tertindas) لَوْأَقْسَمَعَلَىاللهِ (yang seandainya dia bersumpah atas nama Allah atas sesuatu niscaya Allah akan memenuhinya) ثُمَّقالَ أَلاَأخبركمبأهلالنَّارِ (Maukah kalian aku kabarkan mengenai penghuni neraka) كُلُّعُتُلٍّجَوَّاظٍمُسْتَكْبِرٍ





Setiap orang yang kasar, keras permusuhannya, yang mengumpulkan harta tapi tidak mau membaginya, sombong dalam berjalan, dan takabbur”(Muttafaqun ‘Aleih)
Ini ada 2 sifat. Dalam Hadist ini sifat penghuni Surga dan sifat penghuni Neraka. Yang pertama Rasul Saw memberitahukan kepada kita ciri-ciri penghuni Surga. Yaitu كُلُّضَعِيْفٍ kebanyakan penghuni Surga itu orang-orang yang lemah. Orang lemah ada banyak. Tapi bukan berarti orang-orang yang lemah imannya. Atau orang yang lemah baru masuk Islam tentang kualitas kadar ke islamannya.



Yang ada dalam Hadist ini kebanyakan orang-orang yang lemah di sini





  1. Yang pertama orang-orang sakit. 
  2. Yang kedua anak Yatim, yang hidupnya pas-pasan, tidak ada orang yang mau menjamin kehidupan dia., tidak ada yang nolong dan tidak ada yang memperhatikan. 
  3. Janda-janda yang membutuhkan pertolongan untuk memberi nafkah dia hidup dalam kesulitan ngurusin anaknya. 
  4. Orang yang sudah tua renta. 
  5. Fuqoro, hidupnya sangat membutuhkan pertolongan. 
  6. Masakin, orang-orang Miskin , gajinya pas-pasan, tidak menutupi kebutuhan pokoknya dia,. 
  7. Orang yang memiliki kebutuhan , ada hajat yang harus dia tutupi, hidupnya di penuhi dengan utang. 
  8. Orang-orang yang tertimpa Musibah, seperti saudara-saudara kita di Palestina, di Myanmar kita doakan mudah-mudahan semua umat Islam yang 8 karakter ini mendapatkan pertolongan dari Allah. 
Kata Nabi kebanyakan orang-orang yang lemah itu مُتَضَعَّفٍ kata Imam Nawawi boleh di sebut orang yang di anggap remeh sama orang. sudah dia Faqir di hina sama orang. Sudah dia susah tidak ada yang menolong.

Kata ulama lain مُتَضَعَّفٍ itu tidak harus hidup susah.



Tapi مُتَضَعَّفٍ itu orang yang hatinya lembut. Bahkan kata ulama kalau di kasrohkan artinya orang yang Tawadhu. Jadi makna مُتَضَعَّفٍ itu makaknanya luas. Kalau semupama dia sudah lemah apalagi orang nya Tawadhu ini ciri-ciri penghuni Surganya Allah. Oleh karenanya baginda Nabi kita Muhmmad di utus oleh Allah kemuka bumi ini di tawari harta Nabi tidak mau. Nabi lebih memilih menjadi orang susah. Nabi lebih memilih menjadi orang Faqir.



Sampai Nabi berdoa Ya Allah…hidupkan saya dalam keadaan Miskin, kalau saya meninggal dalam keadaan miskin, nanti di hari kiamat bangkit kan saya bersama orang-orang miskin. Makanya Nabi paling cinta dengan orang miskin. Nabi cinta kepada sahabatnya yang kaya raya tapi Nabi lebih utamakan kepada orang miskin. 


Sampai orang-orang yang ikut bersama Rasul di sebut dalam Qur’an





 وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ


 (dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir)

Nabi sendiri (بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin) kenapa kok di sebut dalam Hadist ini kebanyakan orang yang masuk surga orang yang susah , lemah di dunia dia beriman kepada Allah sampai meninggal dunia tempatnya surganya Allah. Saya sebut tadi 8 karakter orang-orang yang Dhoif.



Orang yang sakit
Anak yatim
Janda tua
Tua renta
Fuqoro
Masakin
Orang yang mempunyai kebutuhan
Orang yang terkena musibah
kalau dia sabar sampai meninggal dunia dan dia tidak meninggalkan yang wajib atas perintah Allah tempatnya adalah surganya Allah Swt. oleh karenanya Rasul sangat sayang kepada mereka . sampai di dalam Hadist pun orang-orang pertama yang masuk Islam ini bukan orang kaya.



Di dalam riwayat Imam Ibnu Mas’ud ketika Rasul lagi kumpul sama sahabatnya yang lemah maksudnya bukan orang kaya. Orang-orang yang pertama masuk Islam adalah Ammar bin Yasir dan Bilal bin Rabbah.

Lagi kumpul sama Rasul tiba-tiba pembesar orang-orang Quraisyh kafir datang kepada baginda Nabi kita Muhammad Saw. Kata mereka wahai Muhammad usir orang-orang susah, ente bangga banget orang susah jadi pengikut ente. Terus ente berharap kita orang-orang kaya mengikuti sahabat-sahabat ente yang susah susah ini, lebih baik usir mereka bisa jadi kami orang-orang kaya bisa ikut bersama kamu.



Tapi kalau yang ikut orang-orang susah ini untuk apa?

Langsung Allah turunkan firman nya yang suci ( jangan sekali-kali kau usir orang yang bermunajat kepada Allah pagi sore ikhlas semata-mata karena Allah). Walaupun mereka susah, walaupun mereka lemah, walaupun mereka miskin, mereka beriman kepada Allah Swt. Makanya Rasul sangat sayang kepada mereka.

Makanya khusus Imam sholatnya jangan panjang-panjang. Karena ada orang lemah, orang sakit, orang mau buru-buru ada urusan di perhatiin oleh baginda Nabi Muhammad Saw.

Jadi menggembirakan orang-orang susah keutamaan nya sangat besar, kenapa? Karena mereka penghuni Surganya Allah Swt. Sebagaimana dalam Hadist Rasul pernah bersabda amalan yang paling utama di sisi Allah adalah menggembirakan hatinya orang Mukmin. Atau kamu kasih pakaian supaya bisa menutupi aurat mereka. Atau kamu kasih makan sehingga hilang rasa laparnya. Atau kamu bantu keperluannya itu lah amalan yang paling di sukai oleh Allah Swt.

Sehingga di ancam oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw orang-orang yang enak ibadah, nyaman Rizkinya, inget Allah kasih kita Rizki dan Allah menolong kita berkat orang-orang yang hidup nya susah.



 Saya sudah masuk ke dalam Surganya Allah dan ternyata penghuni Surga paling banyak adalah orang-orang Fuqoro. Allah tegur di dalam Al-Qur’an : adapun anak-anak Yatim jangan engkau berbuat semaumu, dan kepada orang-orang yang mengemis jangan kau hardik.

Dalam Qur’an Allah sebut kasih makan orang-orang Miskin yang membutuhkan. Lalu karakter yang ke dua ciri ciri penghuni Neraka yaitu orang-orang yang kejam. Yang kedua orang-orang penghuni Neraka itu adalah orang yang rakus terhadap dunia. Orang jawwas adalah orang yang selalu mengumpulkan harta tapi tidak mau bersedekah. Kata ulama lain arti jawwas itu adalah orang yang sombong.





Orang Sombong itu kata Nabi ada 3 karakter orang nanti di hari kiamat Allah tidak akan memandang mereka sedikit pun.

Orang yang sudah tua masih zina
Orang Miskin tapi sombong
Seorang raja pendusta
Sombong itu bukan dari pakaian, bukan dengan wajah, sombong yang di maksud oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw bukan dengan Duit.





 Terakhir yang di kata kan oleh Baginda Nabi kita Muhammad Saw yang di riwayatkan oleh shohih Muslim: tidak akan masuk Surganya Allah orang yang dalam hatinya ada satu titik dari pada kesombongan. 


 Sahabat dengar itu salah paham. Dia bilang wahai Rasul bagaimana anda bilang sombong ada orang mau punya baju tapi bajunya pengen bagus, sampai sendalnya pengen bagus,

Jawaban Rasul kata Nabi di dalam Hadistnya kalau itu keindahan Allah itu zat yang maha Indah dan suka kepada ke indahan dan yang saya maksud kesombongan itu adalah melawan kebenaran, mengingkari kebenaran, menganggap remeh orang lain. Ini orang yang sombong adalah ciri-ciri penghuni Nerakanya Allah Swt.

Mudah-mudahan orang-orang yang lemah di antara kita di berikan pertolongan oleh Allah. Sehingga menjadi sebab mereka masuk dalam Surganya Allah Swt, dan orang-orang yang memiliki kesombongan di hancurkan penyakit tersebut dalam hatinya sehingga Allah berishkan sifat-sifat tersebut berkat kita menuntut ilmu mudah-mudahan Allah bersihkan kita dari pada sifat-sifat kotor itu Amin Ya Rabbal Alamin.



 Wassalamualaikum Wr.Wb.



Sumber : Majelisrasulullah.org

Detik-detik kewafatan Rasulullah SAW telah tiba. Rasulullah SAW menyandarkan tubuhnya yang suci ke pangkuan Sayyidah `Aisyah. Tatkala itu, masuklah Abdurrahman dan Abubakar dan ditangannya ada sepotong siwak. 

Dengan matanya yang indah, Rasulullah SAW memandangi siwak tersebut dan menunjukkan bahwa beliau menginginkannya. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah berkata kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah maukah aku ambilkan siwak ini untukmu ?” Beliau pun menganggukkan kepalanya bertanda mengiyakan. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah pun mengambil siwak tersebut dan mengunyah ujungnya sampai lunak kemudian memberikannya kepada Rasulullah. 

[ads-post]




Dan Rasulullah pun bersiwak dengan cara yang paling baik sebagaimana lazimnya dilakukan oleh beliau kala sehatnya. Di depan beliau ada sebuah bejana berisi air, lalu beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air tersebut kemudian mengusapkan kewajahnya sambil berkata : “La ilaaha illallah, sesungguhnya kematian itu mengalami saat-saat yang pedih”.


Tak berselang lama selesai bersiwak , saat itu kepala Rasulullah berada di pangkuan Sayyidah ‘Aisyah dan Sayyidah ‘Aisyah merasakan beratnya kepala Rasulullah di pangkuannya. 



Terlihat Baginda Rasul mengangkat kedua tangannya dan menatapkan pandangan ke atas, ke dua bibirnya bergerak dan Sayyidah ‘Aisyah mendengarkannya beliau berkata lirih : “bersama-sama dengan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah aku, pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi , Ya Allah Kekasih Yang Maha Tinggi”.



Beliau mengulangi kalimat yang terakhir ini tiga kali, kemudian ke dua mata Rasulullah terpejam dan suara beliau pun tak terdengar lagi. Ruh suci beliau naik menuju kekasih Yang Maha Tinggi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita pun akan kembali kepada-Nya.
Rasulullah wafat pada waktu dhuha musim panas, hari senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah. Usia beliau saat itu telah mencapai enam puluh tiga tahun lebih empat hari.

Detik-detik kewafatan Rasulullah SAW telah tiba. Rasulullah SAW menyandarkan tubuhnya yang suci ke pangkuan Sayyidah `Aisyah. Tatkala itu, masuklah Abdurrahman dan Abubakar dan ditangannya ada sepotong siwak. Dengan matanya yang indah, Rasulullah SAW memandangi siwak tersebut dan menunjukkan bahwa beliau menginginkannya. 

Kemudian Sayyidah ‘Aisyah berkata kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah maukah aku ambilkan siwak ini untukmu ?” Beliau pun menganggukkan kepalanya bertanda mengiyakan. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah pun mengambil siwak tersebut dan mengunyah ujungnya sampai lunak kemudian memberikannya kepada Rasulullah. Dan Rasulullah pun bersiwak dengan cara yang paling baik sebagaimana lazimnya dilakukan oleh beliau kala sehatnya. 


Di depan beliau ada sebuah bejana berisi air, lalu beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air tersebut kemudian mengusapkan kewajahnya sambil berkata : “La ilaaha illallah, sesungguhnya kematian itu mengalami saat-saat yang pedih”.


Tak berselang lama selesai bersiwak , saat itu kepala Rasulullah berada di pangkuan Sayyidah ‘Aisyah dan Sayyidah ‘Aisyah merasakan beratnya kepala Rasulullah di pangkuannya. Terlihat Baginda Rasul mengangkat kedua tangannya dan menatapkan pandangan ke atas, ke dua bibirnya bergerak dan Sayyidah ‘Aisyah mendengarkannya beliau berkata lirih : “bersama-sama dengan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah aku, pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi , Ya Allah Kekasih Yang Maha Tinggi”.


Beliau mengulangi kalimat yang terakhir ini tiga kali, kemudian ke dua mata Rasulullah terpejam dan suara beliau pun tak terdengar lagi. Ruh suci beliau naik menuju kekasih Yang Maha Tinggi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita pun akan kembali kepada-Nya.
Rasulullah wafat pada waktu dhuha musim panas, hari senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah. Usia beliau saat itu telah mencapai enam puluh tiga tahun lebih empat hari.

Liputan6.com, Jakarta - Secangkir kopi di masa kini bisa dikatakan sebagai bagian penting kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengaku tidak bisa bangun pagi dengan segar jika tanpa secangkir kopi pagi mereka.
Beberapa orang lagi mengatakan bahwa mereka tidak bisa berhenti menenggak kafein agar terus kreatif. Dalam sejarah, komposer Beethoven disebutkan menenggak minuman hitam yang diracik dari 60 butir bji kopi, tidak kurang dan tidak lebih.
Sejarah temuan kopi belum sepenuhnya diketahui. Legenda yang paling terkenal adalah tentang pria bernama Kaldi, seorang gembala Ethiopia yang disebut-sebut sebagai orang pertama penemu dampak biji kopi.
Menurut legenda tersebut, pada 850 Masehi Kaldi mengamati domba-dombanya menyantap buah mungil seperti beri berwarna merah di beberapa semak-semak tertentu.

Setelah memakannya, hewan-hewan tersebut menjadi semangat dan bertenaga. Saking perkasanya bahkan tidak bisa tidur di malam hari.
Suatu hari, si gembala memutuskan untuk mencoba sendiri buah beri tersebut dan mengalami dampak yang sama.
Ia kemudian membawa beri tersebut ke biara setempat. Di sana, para biarawan meyakinkan Kaldi bahwa ia telah menemukan buah yang tidak biasa.
Tak lama kemudian, berita adanya buah tanaman pemberi tenaga menyebar dan menarik suku Galla di Ethiopia. Mereka kemudian menciptakan makanan batangan terbuat dari campuran mentega dan beri ajaib tersebut.
Makanan itu menjadi santapan para ksatria suku. Hingga sekarang, makanan batangan berbahan butir kopi masih menjadi kudapan lazim di Sidamo dan Kaffa.



Namun demikian, catatan tertulis pertama tentang kopi bertarikh 1000 M dalam penjelasan kegunaan medis butiran tersebut seperti dilaporkan oleh Avicenna (Ibnu Sina) dari Persia.
Baru 100 tahun kemudian para pedagang Arab membawa kopi dari Ethiopia ke kawasan yang sekarang berada di Yaman untuk ditumbuhkan di sana.
Perkebunan kopi pertama diduga berada di Yaman. Warga Arab pun menjadi yang pertama menciptakan minuman panas berwarna hitam yang mereka buat dari beri berwarna merah tersebut. Mereka menyebutnya "qahwa", yang artinya, "pencegah tidur."
1 dari 3 halaman

Kedai Kopi Sebagai Tempat Diskusi




Legenda lain menyebutkan bahwa, pada Abad ke-15, Sheik Gemaleddin Abou Muhammad Bensaid yang menjabat sebagai mufti di Aden pergi berkunjung ke Ethiopia.
Saat itu ia sedang sakit dan secangkir minuman dari biji kopi membuatnya lebih baik. Ia kemudian membawa minuman, beri, dan benih tanaman itu ke Yaman. Minum kopi pun segera menjadi kebiasaan.
Menjelang akhir Abad ke-15, kopi menjadi minuman lazim di Timur Dekat dan Kerajaan Ottoman menjadi mahir dalam seni penyajiannya. Mereka mencampur kopi dengan kayu manis, anis, kardamon, dan cengkeh. Versi berbumbu itu masih ada di beberapa tempat di Turki.
Kedai-kedai kopi bermunculan di sekitar Istanbul dan berfungsi menjadi tempat kumpul-kumpul, debat politik, diskusi dan tukar pikiran. Semua dilakukan sambil menikmati bercangkir-cangkir kopi.
Minuman itu sangat merasuk dalam kebudayaan Turki sehingga muncullah peraturan yang mempersilahkan istri untuk menceraikan suaminya jika si suami tidak menyediakan kopi dalam jumlah yang cukup.
Selama suatu masa yang singkat pada Abad ke-16, kopi sempat dilarang. Gubernur Makkah, Khayr Bey, khawatir sekiranya diskusi-diskusi tiap hari di kedai-kedai kopi menggerogoti wibawa titahnya dan memperkuat pemikiran-pemikiran kritis di antara warga yang minum kopi bersama-sama.
Ia menutup semua kedai kopi. Revolusi mungkin saja pecah seandainya Sultan Kairo tidak campurtangan untuk mempertahankan kopi sebagai bagian dari masyarakat dan budaya.

2 dari 3 halaman

Larangan Demi Larangan

Budaya kopi menyebar ke Eropa bersamaan dengan perluasan Kesultanan Ottoman. Kopi Turki masih ada di negara-negara Balkan, sedangkan kopi di Eropa berkembang menjadi espresso, macchiato, cappuccino, dan lain-lain yang kita kenal sekarang.
Namun demikian, ketika para pedagang Turki memperkenalkan minuman itu di Venesia, para rohaniwan Venesia sempat menjulukinya sebagai "temuan kepahitan oleh Setan."
Dengan alasan itu, kopi pun sempat dilarang lagi, tapi Paus Clement VIII disebut-sebut tidak sanggup menahan godaan minuman tersebut.
Setelah itu, ada tiga kali lagi upaya melarang minum kopi. Semua sia-sia, dan sekarang kopi menjadi minuman ke-4 yang paling dikonsumsi sedunia setelah air, susu, dan teh.

Sumber : Liputan6

































MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by PK-Photos. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget